search
top

Syirik Terselubung

(Dikutip dari status FB Majelis Tafaqquh Fiddin)

Sadudaraku yang dirahmati Allah… Syekh Salman Al-Audah menjelaskan Syirik Terselubung ini dengan sangat baik sekali. Kita harus waspada setiap saat terhadap bahaya laten Syirik Terselubung tersebut, yakni RIYA’ yang menyerang kita secara sembunyi-sembunyi. Suatu hari Rasul Saw. Bersabda : “Sesungguhnya yang sangat aku takutkan atas kalian adalah SYIRIK KECIL; Riya’ “. (Riwayat Ahmad dan Baihaqi). RIYA” ialah perasaan ingin mendapat pujian atau penilaian manusia dalam suatu amal atau ibadah. Rasa senang atas pujian manusia atas diri kita bukanlah sesuatu yang masalah. Namun, jika kita beramal atau beribadah dengan tujuan selain Allah, maka saat itulah RIYA’ telah menyelinap ke dalam diri kita dan bisa saja tanpa sadar.

Pintu-Pintu Riya’ itu terdiri dari :
1. Riya’ terkait dengan keimanan. Itulah kemunafikan yang menampakkan keimanan akan tetapi di dalam hati masih kafir, sebagaimana yang terjadi pada kaum Munifikin di zaman Rasul Saw. Seperti Abdullah Bin Ubai Bin Salul dan sebagainya.
2. Riya’ terkait fisik. Yakni, menampakkan/menampilkan pada fisik pengaruh kesungguhan beriubadah sehingga terlihat lemah, layu dan sebagainya, termasuk memaksakan muncullnya bekas sujud di ata dahi, mulut yang kering sebagai pengaruh iabadah shaum (puasa), menunduk-nundukkan kepala saat berjalan atau menampakkan rambut acak-acakan sebagai tanda kezuhudan pada dunia.
3. Riya’ terkait ucapan, yaitu keinginan untuk didengar orang lain seperti berbicara dengan kata-kata hikmah, ungkapan-ungkapan para Sahabat dan nasehat-nasehat lainnya untuk menampkan bahwa ia sangat concern pada orang-orang shaleh, menggerakkan selalu mulutnya/komat kamit dengan berbagai ucapan zikir dan menjelaskan bunyi huruf “sin” di ahadapan manusia agar dikatakan sebagai orang yang banyak berzikir.
4. Riya’ terkait perbuatan atau ibadah, seperti berlama-lama beridiri dalam shalat, ruku’, sujud dan menampakkan diri sebagai orang yang khusyu’ dalam shalat.
5. Riya’ kedudukan, yaitu memaksakan diri berkunjung kepada ulama, tokoh dan sebagainya agar dikatakan ia adalah bagian dari mereka.

Asal muasal Riya’ itu adalah cinta sanjungan dan pujian dari manusia, tak suka dicela dan tamak (cinta) dunia yang di miliki orang lain. Tak jarang pula terjadi salah kaprah di mana seseorang meninggalkan suatu amal / ibadah karena takut Riya’. Hal ini tentulah sangat berbahaya dan merupakan jebakan setan. Dengan demikian, setan berhasil menghalangi kita dari berbuat amal kebaikan dan ibadah. Selama niat awal dalam suatu amal dan ibadah sudah ikhlas karena Allah, maka jangan diurungkan lagi karena takut Riya’. Dalam hal ini, Al-Fudhail Bin ‘Iyadh berkata : “Beramal karena manusia adalah syirik dan meninggalkan amal karena takut pujian manusia adalah Riya’. Sedangkan IKHLAS ialah anda selamat dari kedua hal tersebut”.

Riya’ dapat pula terjadi pada anak muda yang masih baru belajar Islam, dengan bangga ia mengeluarkan berbagai fatwa, mengajar agama ke sana kemari, menampakkan TAWADHU’ dan seakan tidak ada masalah yang tidak bisa ia jawab. Pada waktu yang sama, ia mengecilkan ilmu dan peran ulama-ulamam besar sembari berkata : Menurit saya, menurut pendapat saya, menurut keyakinan saya, yang menenangkan hati saya dan seterusnya. Semangat sekali menjawab atau membantah pendapat-pendapat orang lain, berlebihan dalam menjelaskan kelemahan orang lain seakan mereka tidak ada kebaikannaya sedikitpun. Sebaliknya, ia tidak pula siap dikritik atau diluruskan kesalahannya.

Ada lagi Riya’ muncul dalam diri orang yang menyibukkan diri pada Fardhu Kifayah ketimbang Fardhu ‘Ain, sangat getol mebahas dan mengamalkan cabang-cabang (far’iyyat) yang barangkali sangat jarang dibutuhkan manusia dan tidak mau berbicara dan membahas masalah-masalah keikhlasan, akhlak dan kebaikan lainnya karena dianggap hal-hal tersebut hanya urusan orang-orang awam.

Ada pula orang yang terjebak Riya’ dalam jidal (berdebat). Ketika ia amat gembira bisa berdebat dan terlalu banyak bicara dan siap selalu berdebat dan belum apa-apa sudah menantang dengan Mubahalah, saat itulah Riya’ sudah menggerogoti dirinya. Tidaklah suatu kaum itu tersesat setelah dapat petunjuk melainkan mereka mencintai berdebat. Kebanyakan yang muncul dalam perdebatan itu ialah pameran informasi dan kemampuan bahasa, berupaya mengecilkan lawan, menampakkan kelemahannya, paradoks pendapatnya dan rusak akidahnya (lawan). Sebaliknya, ketika mendengar sebagaian kebenaran dali lawannya, maka sempit dadanya dan dengan serta merta berupaya menghalang-halangi lawannya dengan harapan lawannya menyerah. Jika lawannya terlihat unggul, maka dengan segera ia berkata : Dengarkanlah ucapan saya, mazhab saya dan cara saya, seakan ia membangun tembok kokoh yang memagar kebenaran (al-haq) sehingga tidak ada orang lain yang bisa sampai kepada kebenaran kecuai melalui pintu atau jalannya.

Kebanyakan perdepabtan itu menggambarkan kebenaran sabda Rasul Saw : “Kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan bangganya seseorang dengan pendapatnya”. (Riwayat Abu Daud dan Tirmizi). Salah seorang dri kalangan orang-orang shaleh pernah ditanya : Mengapa ucapan kaum Salah lebih bermanfaat dari ucapan kita sekarang? Ia menjawab : Merka (kaum Salaf) itu berbicara untuk kemuliaan Islam, keselamatan diri (dari neraka), keridhaan Ar-Rahman. Sedangkan kita berbicara untuk kemuliaan diri, mencari dunia dan keridhaan makhluk.

Ada pula yang jatuh ke dalam jurang Riya’ melalui permainan kata-kata dan bahasa. Sangat keranjingan mencari kata-kata yang sangat asing dan aneh dan membongkar kata-kata yang sudah ditinggalkan. Dengan demikian, ia seakan membuka lembaran yang sudah tergulung dan menghidupkan syari’at yang sudah mati. Sesunggunhnya para ulama telah menbingatkan kita dari hal tersebut. Terkadang, mendudkung apa saja yang sudah tersebar di kalngan masyarkat dan membela mati-matian untuk meraih kedudukan atau kepemimpinan, kendati bertentangan dengan syari’at Islam atau tidak kuat landasannya.

Ada lagi yang terjebak ke dalam lembah Riya’ melalu memperbanyak “PENGIKUT” dan menanmkan TA’AS-SHUB (cinta buta) pada kelompok atau golongan mereka, membangun tembok uzlah (ekslusifitas) di bawah semboyan : Demi menyelamatkan diri dari masalah-masalah bid’ah, padahal masalahnya khilafiyah dan far’iyyah.

Imam Az-Zahabi berkata : Anda sebenarnya zalim, akan tetapi anda mengatakan anda dizalimi. Anda memakan yang haram, sedangkan anda melihat diri anda waro’ (berhati-hati). Anda adalah fasik (durhaka) dan anda melihat diri anda adil. Anda katakan anda penuntut ilmu karena Allah, sebenarnya anda adalah pemburu dunia.

Semoga Allah selamatkan kita dari segala macam bentuk SYIRIK dan RIYA”… Amin…

6 Responses to “Syirik Terselubung”

  1. hasan ismail says:

    Selalu memamerkan konstribusinya kepada ummat, seraya menuduh orang di luar kelompoknya tak punya konstribusi sambil nunjuk-nujuk dan ngoceh: “apa konstribusi antum buat umat, lihat kontribusi kami buat umat bertebaran dimana-mana!…”

    yeeaaah nilah model kelompok yang suka pamer amal menyangka amalnya sudah segunung padahal gada artinya di mata Allah alias
    amlas,amlas man. You know amlas?

  2. yunita says:

    sebaiknya masing2 jamaah fokus berdakwah dg caranya sendiri , JANGN SALING MENJELEKAN APA LAGI MMFITNAH> kan tujuannya sama menegakkn kalimah Alloh, cuma caranya aja yg brbeda…

  3. yunita says:

    Sy yakin setiap jamah punya hujah n ijtihadnya …insyaalloh semuanya bersumber dari al-qur’an n al-hadits….yok kita fastabiqul khoirot…

  4. armen says:

    yg baik yg buruk. yg memfitnah dan difitnah. yg mempertahankan kebaikan dan menghancurkan kebenaran.. smua itu ada balasannya…

  5. camat tobat says:

    Mau diakui atau tidak, PKS terinspirasi
    banyak oleh “organisasi perlawanan” Mesir
    yang fenomenal yaitu: Ikhwanul Muslimin.
    Gerakan Tarbiyah ini dibawa ke Indonesia oleh
    KH. Hilmi Aminuddin, Beliau adalah ketua
    Majelis Syuro PKS sekarang.
    Sebelumnya, ada 4 pembagian masa/mihwar
    perjuangan dakwah Tarbiyah di Indonesia:
    Tanzhimi, Sya’bi, Muassasi, Daulah. Sekarang
    tengah berada di Mihwar Muassasi/
    kelembagaan, sedang menuju Mihwar Daulah/
    Kenegaraan.
    Jadi Tarbiyah di Indonesia, dimulai sekitar
    tahun 70-an dengan mihwar Tanzhimi. Inilah
    masa perekrutan kader inti oleh muassis/
    pendiri. Mihwar Tanzhimi, di masa ini kader-
    kader Tarbiyah masih pada “tiarap”, terutama
    akibat tekanan Orba. Pengajian sembunyi-
    sembunyi. Setelah Mihwar Tanzhimi, kader
    Tarbiyah sudah cukup kekuatan dan massa.
    Kini masuk mihwar Sya’bi. Mihwar Sya’bi: masih
    dalam perekrutan kader-kader inti, namun
    sudah berdiri yayasan-yayasan sosial,
    sekolah-sekolah IT (Islam Terpadu) oleh para
    kader Tarbiyah. Mihwar Sya’bi ini berlangsung
    kira-kira tahun 81 sampai (hampir) akhir
    90an. Tahun 1997, krisis finansial menerpa
    Asia: perlawanan rakyat (terutama
    Mahasiswa) semakin kuat terhadap dominasi
    orba. Momentum krisis moneter ini, dijadikan
    momentum yang pas oleh para mahasiswa
    dan para kader Tarbiyah untuk mengakhiri
    orba. Pada 21 Mei 1998 untuk menghindari
    perpecahan dan meletusnya ketidakstabilan
    di Indonesia, Soeharto mundur.
    TANYA : Peran kader Tarbiyah waktu itu?
    JAWAB : Banyak.
    KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim
    Indonesia) yang notabene para kader-kader
    Tarbiyah, berperan penting dalam reformasi.
    Refleksi : iklan PKS-Soeharto yang lalu adalah
    bukti bahwa PKS adalah pihak yang pertama
    ‘memaafkan’ Soeharto. Bukan Golkar dll.
    Pada 20 Juli 1998. Gerakan Tarbiyah di
    Indonesia mendeklarasikan diri menjadi Partai
    Keadilan yang pada 20 April 2002 menjadi
    PKS. Pada Pemilu 1999, Partai Keadilan meraih
    7 kursi di DPR-RI. Suaranya cuma 1,4%. Pemilu
    2004, rekor dunia diciptakan PKS dengan
    meraih 7,34% suara atau 45 kursi di DPR.
    Suaranya naik 600% dari Pemilu 99. Pada
    waktu itu, mulai saat itu, PKS jadi fenomena
    dan seakan menjadi ‘ancaman’ bagi yang lain.
    Berbagai badai terus menghantam perahu
    PKS, baik itu karena fitnah ataupun kelalaian
    beberapa oknum kadernya. Pernah dengar
    pemberitaan di media bahwa ada oknum kader
    PKS kedapatan berjudi? Itu benar. Dan media
    sangat gembor memberitakannya. Judi oknum
    kader PKS dan berbagai kelalaian oknum
    ‘kader’ PKS lainnya menjadi berita bagus
    untuk media. Bad news = Good News. Tapi
    pernahkah media memberitakan dengan tegas
    bahwa kader-kader tersebut langsung
    dipecat dan diberikan sanksi tanpa pandang
    bulu oleh PKS? No!
    Atau pernahkah media menjelaskan bahwa
    oknum itu bukan kader namun simpatisan
    yang direkrut untuk menjawab klaim ekslusif
    kepada PKS? No! Intinya itu tadi: Bad News
    of PKS is the good news untuk media.
    Yusuf Qardhawi: PKS adalah perpanjangan
    tangan dari IM yang mewadahi komunitas
    terbaik kalangan intelektual yang sadar akan
    agama, negeri, dunia, & zamannya. DR. Yusuf
    Qardhawi adalah ketua Persatuan Ulama
    Dunia. Namun pernyataan beliau belum
    dikonfirmasi PKS sampai sekarang. Dan
    faktanya saya kira memang seperti itu. Mau
    bukti? Ayo saya kenalin:
    Tren Sekolah Islam Terpadu lahir dari kader-
    kader Tarbiyah PKS yang dimulai pada
    1990an. Sekarang para ortu bangga anaknya
    sekolah di SIT.
    PKS dikenal banyak menghasilkan kader-
    kader tangguh di berbagai bidang.
    Siapa tidak kenal Forum Lingkar Pena?
    Didirikan oleh salah satu ‘simpatisan’ : Bunda
    Helvy Tiana Rosa. FLP sudah mencetak > 7rb
    penulis. Saya menyebut Bunda helvy sebagai
    ‘simpatisan’ sesuai keterangan beliau di
    “Bukan Di Negeri Dongeng”. Ini buku yang
    bagus bagi yang mau mengenal PKS.
    Tarbiyah juga terkenal banyak menghasilkan
    mahasiswa/mahasiswi berprestasi. Cek saja
    para Mahasiswa Berprestasi di UI, IPB, ITB,
    UGM, ITS, dll. Setau saya, Mahasiswa
    Berprestasi Indonesia tahun 2006 adalah
    kader Tarbiyah. Ada yang kenal Shofwan al-
    Banna Choiruzzad ? Shofwan al-Banna
    Choiruzzad: 1st Winner di St.Gallen Wings of
    Excellence Award 2009. Kader Tarbiyah yang
    mengalahkan mahasiswa Harvard (Jason
    George/US) di ajang itu. Shofwan al-Banna
    Choiruzzad adalah Best Student of Indonesia
    2006. Siapa Best Student of Indonesia pada
    th 2007? Beliau dikenal sebagai @pembuat_
    jejak. Danang Ambar Prabowo -> Wakil
    Indonesia di Bayer Eco-Minds 2009 – New
    Zealand. Best Student of Indonesia 2007.
    Beliau kakak kelas saya di IPB Yah, sekarang
    lanjut kultwitsotoy saya tentang Tarbiyah
    dan PKS. Kemarin sampai di mahasiswa-
    mahasiswa Tarbiyah ya? Ok, kita akan bahas
    lebih luas. Bisa dibilang PKS ini adalah
    perusahaan besar penghasil “aktor-aktor”
    terbaik di berbagai lini kehidupan.
    Sebelumnya ada Bunda Helvy di bidang
    kepenulisan. Jangan lupa juga penulis muda
    fenomenal ini: Salim A Fillah -> Author of DDU
    (Dalam Dekapan Ukhuwah) Yang mau tau lebih
    lanjut tentang @salimafillah mangga difollow
    aja.. Masih banyak lagi: Izzatul Jannah dll di
    FLP. Juga ribuan penulis produktif di kampus-
    kampus dan sekolah-sekolah di seluruh
    Indonesia.
    Bukan hanya memproduksi penulis, Tarbiyah
    juga memproduksi berbagai musisi, bahkan
    sampai di musik underground. Ada yang kenal
    Thufail Al-Ghifari? Seorang rapper & vokalis
    The Roots of MadIndonesiah, pentolan Salam
    Satu Jari! . Seorang kader Ada yang
    membantah Thufail Al Ghifari bukan kader
    Tarbiyah, ok silakan baca ‘pengakuan’ beliau
    di http://thufailalghifari.blogspot.com/ Thufail
    bilang: “Ya Ikhwah, aku sudah pulang!”. Ya,
    dia telah mengembara banyak harokah &
    agama. Dan akhirnya menemukan Islam dan
    Tarbiyah ini.
    Ok, kita sudahi prestasi PKS di bidang seni,
    kita lihat apa kontribusi nyata PKS di
    lapangan. Jangan sampai hanya ngomong
    doang.
    Soal kepedulian terhadap bencana alam. Ada
    yang lebih tanggap dari PKS ? Tsunami Aceh,
    puluhan kader PKS diterjunkan.
    Bencana Merapi, sampai sekarang Pandu
    Keadilan PKS masih terus memfollow-up
    secara langsung masyarakat sekitar Merapi.
    Adakah dari partai selain PKS ?
    Kepdulian saudaranya di luar Indonesia juga
    menjadi ciri khas PKS. Ada yang tau berapa
    ratus ribu orang yang turun pada aksi
    terakhir di HI-Monas?
    Hanya PKS yang bisa mengumpulkan 500.000
    kadernya dalam jangka waktu 2 hari. Kader
    PKS ini bisa dibilang sangat militan.
    Dari mana dananya sehingga bisa
    mengumpulkan 500.000 kader dalam 48 jam?
    Jawabannya: Di Tarbiyah PKS ada prinsip:
    “Sunduquna juyubuna” –> Brankas kita adalah
    saku-saku kita masing-masing. Prinsip ini
    sangat kental di PKS. Anda tahu berapa dana
    yang diinfaqkan untuk kepedulian Timur
    Tengah? Ada yang tau berapa puluh Milyar?
    “Sunduquna juyubuna”. Eh, salah satu poin
    penting Mukernas PKS di Jogja adalah
    “invasi” 500.000 kader di FB & Twitter, udah
    keliatan belum ya?
    Mungkin ada yang langsung nanya: “Darimana
    duit untuk pulsanya? Ongkos warnetnya dari
    mana?”. Jawabannya: “Sunduquna juyubuna”.
    Mungkin, cuma PKS yang punya 1 mobil
    ambulance di setiap DPD nya. Itu minimal. Kan
    banyak juga DPC PKS yang punya.
    “Sunduquna juyubuna”.
    Di PKS, ada Pandu Keadilan. Tau ga? Itu lho
    yang jadi “security” kalo PKS ada demo, yang
    turun ke lokasi bencana dll. Pasukan Coklat
    Di atas Pandu Keadilan, ada yang namanya
    KORSAD. Ini Pasukan Al-Qassam nya
    Seragamnya hitam merah.
    Jumlah Pasukan yang masuk di KORSAD ini
    lebih sedikit dibanding Pandu Keadilan.
    KORSAD ini kader-kader pilihan.
    Bahkan di DPD daerah saya, Takalar, cuma
    ada 1 orang KORSAD. Ya intinya masuk
    KORSAD tidak segampang masuk Pandu
    Keadilan.
    Apa lagi yang mau saya cerita tentang PKS
    dan Tarbiyah di #kultwitsotoy ini? Hmm…
    tertarik menarik garis ‘perang dingin’ PKS
    dan JIL
    Oh ya, sebelumnya, adik saya @navisannajia
    minta SANTIKA dikenalin juga. Ok, akan saya
    kenalin. SANTIKA: Barisan Putri Keadilan.
    Pasukan Akhwatnya PKS. Partner Pandu
    Keadilan dan KORSAD kalau PKS lagi ada
    aksi/demo. Jilbabnya lebar Saya sebenarnya
    tidak begitu mengenal dalam SANTIKA. Namun,
    akan saya ceritakan pengalaman bersama
    mereka pada aksi th 2010 di Sulsel. Waktu itu,
    sejam setelah Mukhayyam Dasar I (MD I)
    Pandu Keadilan. Pasukan PKS dikumpulkan
    untuk promosi calon bupati Kab. Gowa. Semua
    Pasukan PKS datang dari 4 daerah: Gowa,
    Takalar, Makassar dan Maros. Ada KORSAD,
    Pandu Keadilan dan SANTIKA 3 (tiga) Pasukan
    PKS ini diinstruksikan untuk berlari 4
    Kilometer tanpa boleh berhenti. Dan apa yang
    terjadi? Di kilometer ke-3, Pandu Keadilan
    yang kecapaian tanpa pemanasan, didahului
    oleh SANTIKA yang terus berlari. Pandu
    Keadilan cengeng! Hha.
    Oh iya, ada yang suka ANDREA HIRATA?
    Angkat tangan! Apa hubungannya ANDREA
    HIRATA dengan PKS? Ada! Simak selanjutnya..
    Adakah dari kawan-kawan yang pernah
    membaca buku Laskar Pelangi: The
    Phenomenon ? Di sana ada kisah tentang
    seorang kader SANTIKA
    Nah, bagi yang mau mengenal karakter
    SANTIKA. Silahkan baca kisah terakhir di buku
    LASKAR PELANGI: THE PHENOMENON.

    • juba says:

      semoga kebaikan yg antum sebutkan semua ini tidak menjadi hilang dihadapan Allah karena timbulnya rasa ujub dan riya’. Sebenarnya banyak yg telah berkorban di jallan Allah dgn nyata dgn hidup dan nyawa nya namun mereka itu tidak pernah terdengar pengorbanannya dihadapan manusia dan juga tidak memamerkannya karena takut kepada Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× four = 32

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

top